Sleman, Seruu.com – Sebanyak 70 mahasiswa D-3 Sekolah Vokasi Kepariwisataan UGM mengadakan studi lapang di desa wisataGrogol Margodadi Seyegan Sleman Yogyakarta, Selasa (9/12/2014) kemarin. Studi lapang kali ini difokuskan untuk lebih mengarah pada wisata kesehatan spa untuk pendalaman mata kuliah Health and Spa Tourism.Demikian dinyatakan oleh Dosen mata kuliah Health and Spa Tourism D-3 Sekolah Vokasi UGM Listiani Warih Wulandari, di sela-sela acara tersebut.
Dosen yang akrab dipanggil Wulan ini menyampaikan paparan dengan judul Wisata Kesehatan Spa untuk Mendorong Kepariwisataan. Di bantaranya ia menyatakan bahwa kegiatan studi lapang dimaksudkan untuk mewujudkan misi membangun motivasi dan membangun konsep promotif kepariwisataan melalui wisata kesehatan spa. Para peserta didampingi oleh ahli-ahli dari Putri Kedaton Grup yang merupakan lembaga kursus dan pelatihan spa, pembuatan produk-produk spa. Dalam hal ini para mahasiswa juga diajari untuk membuat dan melestarikan bahan-bahan spa.
Menurutnya Desa Wisata Grogol merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi dan kondisi bagus untuk pengembangan wisata kesehatan spa. Kedepan wisata kesehatan spa ini akan dikembangkan di desa wisata tersebut dengan melibatkan SDM lokal.
Sementara itu Kepala Seksi Dokinfo Pariwisata Disbudpar Sleman, Wasita, yang dalam kesempatan tersebut memberikan materi berjudul Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Desa Wisata, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Sekolah Vokasi UGM dan Putri Kedaton Grup yang telah menginisiasi program wisata kesehatan spa untuk dikembangkan di desa wisata.
Apabila wisata kesehatan spa ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan baik di desa wisata maka sudah barang tentu akan meningkatkan kualitas destinasi tersebut yang akan menjadi magnet bagi calon wisatawan yang akan berkunjung. Diversifikasi produk wisata inilah yang akan menjadi daya tarik tambahan dan meningkatkan daya kompetisi antara destinasi yang satu dengan destinasi yang lain.
Disisi lain pengembangan wisata kesehatan spa didesa-desa wisata diharapkan lambat laun akan meluruskan pemahaman masyarakat tentang spa sekaligus memulihkan citra spa yang selama ini banyak disalahartikan.