«

»

Nov 26

Cetak ini Pos

Memilih Pelatihan Wirausaha yang Tepat

Memilih Pelatihan Wirausaha yang Tepat

Lalu, bagaimana memilih pelatihan wirausaha yang tepat? Seminar, pelatihan, workshop, atau training wirausaha? Apa pun, pada dasarnya memberikan manfaat. Pasalnya, dalam pelatihan ada transfer pengetahuan dari orang yang telah berpengalaman kepada peserta yang ia ajarkan. Dengan begitu,

Anda sebagai peserta bisa menarik pengalaman dari si pembicara.

Memang sering muncul anggapan bahwa orang Indonesia kurang berkomitmen untuk ikut kegiatan yang membutuhkan waktu lama dan lebih suka yang “instan”. Sebenarnya ini hanya masalah peminatan. Jika Anda mengikuti pelatihan atau workshop karena tertarik atau tengah mencari sesuatu,  Anda pun akan betah. Jadi, modal utamanya adalah tertarik dulu dengan topiknya. Setelah itu, Anda tinggal memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan mana yang cocok untuk diterapkan. Satu yang perlu diingat, workshop, pelatihan, atau training itu sebenarnya hanyalah sebuah stimulasi agar Anda menjadi lebih berani dan lebih yakin. Dengan mengikuti workshop, diharapkan pikiran Anda akan lebih terbuka dan Anda menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan usaha.
Saya pun tak segan mengikuti banyak training dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas saya sebagai pelaku wirausaha. Selain itu saya juga rajin memperluas jaringan dengan memperbanyak koneksi. Saya selalu berpegang pada prinsip 3 C, yang saya pelajari dari senior saya Martha Tilaar. Tiga kunci sukses ini meliputi: Compete, Collaboration, Connection. Di era globalisasi perempuan perlu memiliki daya saing, atau Compete. Yang juga penting dilakukan perempuan adalah berkolaborasi, atau collaboration. Kesuksesan bisa diraih siapa saja, asalkan mampu berdaya saing dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang menunjang pekerjaannya. Agar bisa berkolaborasi, perempuan perlu saling terhubung, atau connection. Karenanya membangun jejaring itu penting. Perempuan perlu saling mendukung, menguatkan dan memberdayakan, dalam apa pun bidang pekerjaannya. Dengan prinsip 3C, perempuan, apa pun profesinya, pasti bisa berprestasi dan tampil memberdayakan dirinya dan orang lain.Perempuan perlu berupaya lebih keras untuk menunjukkan kompetensi dirinya. Membuatnya lebih diperhitungkan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk di bidang wirausaha. Sayangnya, tak semua perempuan mampu bertahan dan mendapatkan kesempatan ini. Namun dengan membangun jejaring dan saling menguatkan, perempuan, siapapun ia, bisa meraih pencapaian seperti ini.            Ketika perempuan memilih berkarier, atau menjalankan usahanya sendiri, maka jejaring menjadi isu penting. Perempuan perlu membina jaringan yang dimilikinya dengan saling berbagi pengalaman, mengenai apapun yang bisa menguatkan satu sama lain. Saling membantu dan memberikan dukungan terhadap sesama perempuan menjadi bagian dari membangun jejaring. Perempuan, memiliki kekuatan untuk mempengaruhi. Kekuatan inilah yang bisa digunakan perempuan untuk saling menguatkan dan membantu perempuan lain meraih kesuksesan. Sekali lagi saya tegaskan, perempuan itu tangguh, dan secara alami tumbuh sebagai pribadi yang multitasking. Perempuan yang memilih berwirausaha wajib menanamkan beberapa sikap mental dalam dirinya agar berprestasi di bidangnya.  Kesuksesan berwirausaha dipengaruhi juga oleh sikap mental positif dalam diri perempuan.

Tautan permanen menuju artikel ini: http://putrikedaton.com/2014/11/memilih-pelatihan-wirausaha-yang-tepat/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>